Kompetisi ideologi sering kali berubah menjadi arena egosentris yang menghambat dialektika dan menjauhkan gerakan dari tujuan pembebasan. Esai ini mengupas bagaimana konflik ideologis menciptakan fragmentasi dan krisis praksis dalam upaya membangun masyarakat revolusioner.
Narrative Readout
Esai Opini Ulasan kritis tentang warisan Rock Against Racism dan relevansinya hari ini. Gugatan terhadap musisi yang membangun citra keras tetapi diam saat ketidakadilan terjadi.…
sastra | oleh: Satrio Nugroho Sepiring Nasi dan Sepotong Masa Depan Aku ingin bercerita tentang dua benda ini: sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk, dan…
Hak asasi manusia menjanjikan perlindungan terhadap martabat manusia. Namun kehidupan jutaan orang sering ditentukan oleh pasar global yang tidak berada di bawah mekanisme hak asasi manusia.
Esai ini menggugat seruan membaca yang sering dianggap sebagai kewajiban moral universal. Di balik kampanye literasi terdapat realitas pekerja yang hidup dalam kelelahan fisik dan tekanan ekonomi. Tulisan ini juga meninjau sejarah revolusi besar yang menunjukkan bahwa kesadaran massa tidak selalu lahir dari membaca buku, tetapi dari pengalaman hidup yang konkret.





