Artikel ini membahas alasan intelektual di balik sikap berseberangan dengan Mas Sabrang setelah masuk ke struktur negara. Fokus pada krisis kepakaran, meritokrasi akademik, figur kultural, serta hilangnya jarak kritis antara pengetahuan dan kekuasaan.
Posts tagged as “#politikpengetahuan”
Esai Intelektualitas bukan tentang diam dan kompromi. Esai kritis ini membongkar peran intelektual hari ini dalam melawan netralitas palsu, dogma ideologi, dan akademisasi kosong. Bacaan…


