Ketokohan dalam dunia intelektual sering dipuja sebagai sumber kebenaran. Esai ini mengkritik bagaimana nama besar dan buku rujukan berubah menjadi alat dominasi, menghakimi gagasan baru, serta membentuk tirani intelektual di pikiran manusia.
Ketokohan dalam dunia intelektual sering dipuja sebagai sumber kebenaran. Esai ini mengkritik bagaimana nama besar dan buku rujukan berubah menjadi alat dominasi, menghakimi gagasan baru, serta membentuk tirani intelektual di pikiran manusia.